Pujian Sang Iblis Yang Menggetarkan Jiwa Pemuda Ahli Ibadah

Gambar: Ilustrasi

Ada satu riwayat tentang seorang pemuda yang sangat rajin ibadah kepada Allah SWT. Siang-malam waktunya dia gunakan untuk shalat dan siangnya berpuasa pokoknya sholeh banget dech.

Di samping itu ia selalu berdoa kepada Allah SWT agar dirinya di beri kesempatan bertemu dengan IBLIS. Tujuannya tak lain dan tak bukan ingin MELAKNAT SI IBLIS yang selama ini kerjaannya menjerumuskan manusia kepada perbuatan durhaka dan dosa.

Singkat cerita ALLAH SWT mengabulkan doa pemuda tersebut, maka bertemulah ia dengan si iblis. Terjadilah dialog antara si pemuda dengan si iblis.

Iblis: " Wahai pemuda Shalih.., ada apa lu mo ketemu sama gw?

Pemuda: "Yup..!!! Selama ini gw emang pengen ketemu sama lu. Gw pengen LAKNAT lu secara langsung. Heh iblis Sini luh..!!! Dasar luh makhluk LAKNAT!!! LAKNAT LUH..!!! kerjaan lu kagak abis2nya selalu menggoda manusia agar berbuat dosa.

Si Iblis terdiam sejenak lalu berkata: "iye.. Gw akui dan gw terima LAKNAT lu bahwa benar gw ni emang makhluk terlaknat. Sejujurnya gw merasa SALUT dengan ketaatan lu dalam beribadah kepada Allah SWT sebegitu hebatnya sampe2 bujuk rayu gw kagak mempan atas diri lu..

Si pemuda tersebut memotong perkataan si iblis, dengan berkata: " Ya.. Iyalah.., NAJIS AMAT gw ngikutin/nurutin bujuk rayu luh. Ngga level kaleeeeee.., udah.. Sekarang gw dah puas MELAKNAT lu, sekarang juga lu enyah dari hadapan gw!!!

Iblis: "Oke.. Gw cabut, sekarang gw mo pergi. Sekali lagi gw akui gw salut sama ketaatan lu, di usia lu yang masih muda seperti ini udah beribadah sedemikian hebatnya melebihi para orang tua yang udah 'bau tanah'. Selama ini pemuda yang hebat ibadahnya cuma lu, rata2 mereka beribadah klo dah tua nanti.

Setelah mengutarakan kata terakhirnya maka tanpa basa-basi pergilah si iblis dari hadapan pemuda tersebut.

Hari demi hari setelah pertemuannya dengan si iblis, pemuda tersebut menjalani kehidupannya seperti biasanya yaitu siang-malam beribadah kepada Allah SWT. Namun ada yang berbeda, kini pemuda tersebut banyak merenung. Tak lain dan tak bukan merenungi perkataan terakhir si iblis tempo hari.

Dalam renungannya si pemuda tersebut bergumam. "Hmmm.. Kayaknya ada benernya juga tuch si iblis, gw kan masih muda. Ngapain gw ibadah siang-malam kayak gini, ibadah kepada Allah SWT nanti aja dech klo dah tua nanti. Iya.. Nanti aja achhh.., gw kan masih muda mending gw puas2in maksiat. Setelah tua nanti baru dech gw tobat, Allah SWT kan Maha Pengampun ya.. Udah pastilah tobat gw diterima.

Jreeeeengggg..., bukan sulap bukan sihir kini pemuda tersebut berubah 360°. Yang tadinya rajin ibadah kini rajin berzina. Yang tadinya sering bolak-balik ke Masjid kini sering bolak-balik ke diskotik. Laksana singa lapar yang terlepas dari kandang ia menerkam apapun di hadapan. Tak sedetik pun waktu yang di lalui tanpa maksiat.. Maksiat.. Dan maksiat.., segala perbuatan durjana ia coba, perbuatan mencuri kini menjadi hobbi.

Hari demi hari silih berganti, Si pemuda tersebut perbuatan durhaka kepada Allah SWT kian menjadi-jadi. Ia tak terpikir bahwa Sang Malaikat maut datang tanpa kompromi. Tak bisa nanti2, Segala negosisasi di tolak Izrail dengan pasti. Sudah barang tentu setiap orang yang di datanginya pasti mati.

Benar saja, malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih kini Ruh si pemuda tersebut sudah sampai di kerongkongan di tarik izrail yang tak pandang tua ataupun muda. Matanya mendelik menahan sakit, raut mukanya terlihat sangat ketakutan karena di perlihatkan tempatnya kelak yang penuh dengan api membara karena mati dalam keadaan durjana.

Gambar: Ilustrasi

Di saat detik2 pintu tobat tertutup si pemuda itu berusaha mengucapkan kata tobat namun lidahnya kelu dan kaku akibat seringnya lidah di gunakan mencaci-maki dan memfitnah sesuka hati. Bersamaan dengan itu datanglah iblis yang pernah di laknat oleh si pemuda tadi dan berkata: "hei pemuda..!!! Aku tak menaruh dendam sedikitpun kepadamu atas LAKNAT yang kau berikan padaku waktu itu, sekarang aku akan membantumu menghilangkan kesusahanmu dan rasa sakitmu yang kau rasakan, dengan syarat sembahlah aku dan memohonlah pertolongan dariku".

Tak tahan atas derita Sakaratul maut yang teramat sangat si pemuda tersebut sembah sujud kepada si iblis dan memohon pertolongan darinya. Melihat itu izrail semakin geram mencabut Ruh si pemuda tanpa belas kasian. Aaaarrrrrrrggggghhhhhhh... Itulah jeritan terakhir yang keluar dari mulut si pemuda yang kini telah tinggal raga tanpa jiwa mati dalam keadaan hina. Na'uzhubillahi min zalik.. 

Iblis bergembira tertawa membahana atas kemenangan nyata yang di perolehnya. Tujuannya tercapai sudah mengajak umat manusia tuk dapat menemaninya di neraka kelak yang di idam-idamkannya sejak lama. Berkatalah si iblis dengan bangga di sisi jasad pemuda tersebut:

"HWAHAHAHAHA..., ibadah mu waktu dahulu tak ada 'seujung kuku' jika di bandingkan dengan ibadahku sebelum aku di LAKNAT ALLAH SWT atas pembangkangan dan kesombonganku. Betapa tidak, semua tempat di tujuh lapis langit dan bumi adalah tempat aku beribadah. Aku tak menaruh dendam padamu karena aku melihat titik kesombongan pada dirimu atas ibadahmu yang banyak namun sedikit ilmu, kini kau adalah teman ku, Ahahahahahaha...".

Selesai...., semoga tulisan saya bermanfaat. Amiin.. 

NB:
  • Jangan percaya sepatah katapun atas perkataan iblis, mutiara yang keluar dari mulutnya adalah bara api neraka.
  • Memang benar bahwa iblis tak takut orang yang banyak ibadah namun jahil(bodoh/sedikit ilmu).
  • Sebaliknya iblis sangat takut kepada orang yang berilmu walaupun orang berilmu tersebut dalam keadaan tertidur.
  • Mengenai iblis takut kepada orang berilmu walaupun tidurnya sekalipun ketimbang orang yang rajin ibadah namun jahil, hal itu ada keterangan hadiatnya. Klo kagak percaya silakan bertanya kepada ahlinya(ulama, kiyai, ustadz). 
Ferry Alamsyah Setelah selesai membaca, maka menulislah! Karena aku membutuhkan teman untuk merubah dunia melalui tulisan.

Belum ada Komentar untuk "Pujian Sang Iblis Yang Menggetarkan Jiwa Pemuda Ahli Ibadah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel